Silabus Matakuliah Desain dan Strategi Pembelajaran

Posted on September 10, 2012

0


PBL (Project Based Learning) SISWA DISKUSI KECIL

Selasa                  Pukul 09.00-10.30 WIB    (A3-302)
Pukul 11.00-12.30 WIB    (A3-302)

Rabu                    Pukul 11.00-12.30 WIB    (A3-202)

Pengampu          Dra. Nurussa’adah & Edi Subkhan

 

Tujuan perkuliahan

Perkuliahan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar dalam merumuskan desain dan strategi pembelajaran, terutama dalam seting pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan pada ranah yang diasah, maka perkuliahan ini dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tujuan utama, yaitu: (1) pada dimensi pengetahuan ditujukan untuk membekali pengetahuan dasar mengenai konsep dan teori desain dan strategi pembelajaran; (2) pada dimensi praktik ditujukan untuk mengasah kemampuan (skill) dasar dalam merumuskan desain dan strategi pembelajaran; dan (3) pada dimensi etika ditujukan untuk mengasah rasa kepekaan terhadap realitas sosial pendidikan yang menjadi pertimbangan dalam perumusan desain dan strategi pembelajaran.

Substansi perkuliahan

Substansi perkuliahan atau materi (content) yang akan diberikan dan dipelajari oleh mahasiswa untuk mencapai tujuan perkuliahan di atas adalah:

Pertama, konsep dasar desain dan strategi pembelajaran, pembelajaran sebagai sebuah sistem, dan kateogri pembelajaran formal dan informal.

Kedua, standar proses pendidikan, tahap dan proses pembelajaran, dan perencanaan desain dan strategi pembelajaran. Pada bahasan standar proses pendidikan membahas isi dari Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab IV pasal 19 sampai 24 tentang Standar Proses, tahap dan proses pembelajaran membahas logika dasar praktik pembelajaran di kelas—dalam pendidikan formal, dan pada bahasan perencanaan desain dan strategi pembelajaran membahas model Dick & Carey, 4-D, dan Kemp dengan tujuan untuk memahami dasar logikanya dan kemudian mencoba untuk merumuskan konsep dan praktik perencanaan desain dan strategi pembelajaran sendiri.

Ketiga, individual learning, pembelajaran ekspositori (ceramah/verbal), dan pembelajaran dengan peta konsep. Dibahas juga dasar paradigmatik yang mendasari beberapa pendekatan dan model pembelajaran tersebut, termasuk contoh-contoh praktisnya, juga konteks ketepatan penggunaan masing-masing model dan pendekatan tersebut.

Keempat, pembelajaran kelompok, cooperative learning, dan pembelajaran untuk mengasah dimensi/ranah afektif. Dibahas juga dasar paradigmatik yang mendasari beberapa pendekatan dan model pembelajaran tersebut, termasuk contoh-contoh praktisnya, juga konteks ketepatan penggunaan masing-masing model dan pendekatan tersebut.

Kelima, pembelajaran berbasis masalah & inquiry, projec based learning, dan pembelajaran kontekstual. Dibahas juga dasar paradigmatik yang mendasari beberapa pendekatan dan model pembelajaran tersebut, termasuk contoh-contoh praktisnya, juga konteks ketepatan penggunaan masing-masing model dan pendekatan tersebut.

Keenam, beberapa model evaluasi pembelajaran dilihat dari tujuan belajar dan paradigma yang mendasarinya.

Jadwal perkuliahan

Perkuliahan direncanakan dalam satu semester sebanyak 16 (enambelas) kali pertemuan, dua di antaranya adalah untuk “mid semester” dan “ujian akhir semester”.

Jadwal Perkuliahan Desain dan Strategi Pembelajaran

Jadwal Perkuliahan Desain dan Strategi Pembelajaran

Metode dan media perkuliahan

Sebagai upaya untuk mengasah kemampuan mahasiswa agar tidak hanya sekadar memahami dan menguasai materi yang dipelajari secara tepat, melainkan juga agar diarahkan untuk membangun kesadaran kritis dan rasa kepekaan sosial, terutama mengenai pendidikan, maka praktik perkuliahan menggunakan pendekatan metode pratisipatif, demokratis, emansipatoris, problem-posing, dan sejenisnya.

Pada kontrak perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat mengusulkan gagasan dan usulannya mengenai praktik perkuliahan yang akan mereka jalani pada matakuliah ini, yaitu mengenai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai apa yang ingin mereka pelajari dan kuasai, metode perkuliahan apa yang akan dilakukan, dan evaluasi seperti apa yang akan digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan mereka dalam memahami dan menguasai materi perkuliahan. Diharapkan semua usul dari mahasiswa didasari semangat membangun diri dan kelompok secara bertanggung jawab, rasional, dan tidak merugikan. Di sini, ketika mahasiswa tidak mampu mengajukan usul secara demokratis dan partisipatoris, maka yang dilakukan dalam perkuliahan adalah desain perkuliahan awal dari dosen (baik pengetahuan, metode maupun jenis evaluasinya).

Sebagai jenis matakuliah yang diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan praktis dalam merumuskan desain dan strategi pembelajaran, maka di sini didahului dengan pemaparan materi oleh dosen dan di akhir pertemuan mahasiswa dalam perkuliahan ini tidak dibebani dengan penugasan, namun disarankan untuk mempelajarinya lebih lanjut dan yang belum dipahami dapat ditanyakan pada pertemuan selanjutnya. Walau begitu dimungkinkan juga tiap pertemuan dilaksanakan diskusi berdasarkan pada bahan yang sudah diberikan pada pertemuan sebelumnya, diusahakan diskusi sudah dipandu dengan pertanyaan dari dosen dan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa mengenai tema-tema tertentu. Setelah mid semester, praktik perkuliahan dilakukan dengan presentasi dan diskusi kelompok. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tugas untuk menulis sebuah gagasan mengenai rumusan desain dan strategi pembelajaran dengan konteks yang jelas, termasuk deskripsi masalah, fasilitas, kurikulum dan sejensinya. Di sini mahasiswa dilatih untuk beraktivitas dalam kelompok, bekerjasama, berpikir, logis, sistematis, kritis, berani bicara dan lainnya.

Media perkuliahan yang digunakan antara lain adalah presentasi berupa program presentasi, video pembelajaran, dan beberapa contoh tulisan ilmiah.

Indikator ketercapaian

Ketercapaian praktik perkuliahan dapat dilihat dari: (1) kemampuan mahasiswa dalam merumuskan beberapa pendekatan dan model desain dan strategi pembelajaran untuk konteks sosial, mata pelajaran, kurikulum tertentu; (2) kemampuan mahasiswa dalam identifikasi gagasan dan proses perumusan gagasan desain dan strategi pembelajaran menjadi lebih baik; (3) kemampuan berdiskusi, berpikir logis, kritis, dan keberanian mengemukakan pendapat secara demokratis meningkat; (4) kemampuan mengelola kelompok untuk keperluan presentasi di kelas dapat dilakukan dengan baik.

Penilaian

Dalam perkuliahan ini diupayakan penilaian dilakukan untuk menilai secara fundamental dan tepat pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dipelajari oleh mahasiswa. Format penilaiannya pun juga diupayakan yang dapat mendorong penguasaan lebih baik terhadap materi perkuliahan, meningkatkan kemampuan berpikir dan kesadaran kritis mahasiswa, kepekaan sosial dalam bidang pendidikan, bukan/tidak sekadar test yang mengandalkan hafalan dan tidak berorientasi pada hakikat tujuan materi dipelajari sebelumnya.

Penilaian dilakukan dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu: (1) mid semester diberikan tugas individu/personal untuk mengkaji secara kritis beberapa pendekatan dan model desain dan strategi pembelajaran dalam bentuk essei atau paper; (2) presentasi kelompok, tiap kelompok membuat semacam “proposal” berupa rumusan desain dan strategi pembelajaran berdasarkan pada latar sosial, kurikulum, matepelajaran, fasilitas, kendala yang jelas dan dipresentasikan di depan kelas; (3) ujian akhir semester diberikan jenis evaluasi baik berupa ujian lisan maupun tertulis untuk mengulas dan/atau mengevaluasi akhir penguasaan mahasiswa dalam merumuskan desain dan strategi pembelajaran.

Selain itu sebagai bahan refleksi kritis praktik perkuliahan, maka mahasiswa secara personal—bagi yang mau—diminta untuk memberikan koreksi dan evaluasi terhadap perkuliahan yang sudah dilakukan, disertai dengan refleksi diri mahasiswa, apa yang mereka keluhkan, kendala kuliah, keinginan mereka, latar sosial mereka, dan lainnya. Ada yang diminta di awal, terutama mengenai latar sosial dan keinginan mereka (cita-cita, riwayat pendidikan), dan di akhir berupa refleksi diri mahasiswa terhadap kemampuan mereka dan praktik perkuliahan.

Referensi

  1. Chatib, Munif. (2011). Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara. Bandung: Mizan Pustaka.
  2. Hinchey, Patricia H. (2004). Becoming a Critical Educator: Defining Classroom Identity, Designing A Critical Pedagogy. New York: Peter Lang.
  3. Lie, Anita. (2010). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
  4. Monchinski, Tony. (2008). Critical Pedagogy and the Everyday Classroom. New York: Springer.
  5. Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab IV pasal 19 sampai 24 tentang Standar Proses.
  6. Tilaar, H.A.R., Paat, Jimmy Ph., & Paat, Lody. (2011). Pedagogik Kritis: Perkembangan, Substansi, dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
  7. Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Prenada Media Group.