Silabus Metodologi Penelitian Kualitatif

Posted on Maret 14, 2012

0


gambar jadul

Jumat             Pukul 13.00-13.30 WIB (A3-202)

Pengampu    Drs. Budiyono, M.S

                          Edi Subkhan

Tujuan perkuliahan 

Perkuliahan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kemampuan awal dalam melakukan penelitian kualitatif. Oleh karena itu pada level substansi (content) materi, terdapat 2 (dua) bidang penguasaan oleh mahasiswa, yaitu: (1) pengetahuan teoretik awal mengenai konsep dasar penelitian kualitatif, beberapa paradigma yang digunakan dalam penelitian kualitatif, jenis/model penelitian kualitatif, metode memperoleh data, analisis data dan penulisan laporan penelitian dan (2) kemampuan awal dalam menyusun proposal penelitian kualitatif.

Pada level perangkat berpikir, diharapkan mahasiswa dapat mempertajam daya kritisnya dalam melihat realitas sosio-kultural berkaitan dengan bidang kajian kurikulum dan teknologi pendidikan. Selain itu juga diharapkan dapat terbangun kesadaran kritisnya dalam bahwa pengembangan pengetahuan melalui penelitian kualitatif sudah seharusnya diarahkan ke arah upaya mengatasi masalah sosio-kultural (ketidakadilan, eksploitasi, pembodohan) dan transformasi sosial.

Substansi perkuliahan 

Substansi atau content pengetahuan yang dibahas dalam perkuliahan ini terdiri dari beberapa bagian yang mengacu pada tujuan perkuliahan sebagaimana dikemukakan di depan, secara ringkas dapat juga dilihat pada jadwal perkuliahan di bawah ini.

Jadwal perkuliahan 

Jadwal perkuliahan ini disusun untuk dilaksanakan maksimal sebanyak 16 (enam belas) kali pertemuan perkuliahan, dengan acuan sebagai berikut.

  1. Membahas sekilas tujuan perkuliahan dan materi yang akan dipelajari bersama, melakukan negosiasi materi, metode perkuliahan dan penilaian antara dosen dan mahasiswa (kontrak belajar), dan memberikan referensi dasar yang akan digunakan dalam perkuliahan. (tujuan penelitian, membangun pengetahuan dan menyelesaikan masalah)
  2. Perbandingan perbedaan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif dilihat dari paradigma yang mendasarinya, yakni antara positivistik vs post-positivistik (fenomenologi, hermeneutika, teori kritis, feminis, posmodern, postcolonial studies). Membahas paradigma pengetahuan dan epistemologi: “standar” kebenaran pengetahuan (cara pandang/paradigma), standar metode mencapai kebenaran menurut cara pandang positivistik dan post-positivistik.
  3. Etnografi dan Grounded Research. Membahas konsep dasar riset etnografi dan paradigma grounded research dalam membangun pengetahuan dan teori sosial, menganalisis karakteristik, orientasi, prinsip-prinsip, cara pandang terhadap subjek riset, metodologi dan penulisan. Bahan diskusi yang dibahas adalah meneliti tentang kondisi sosio-kultural pada sebuah sekolah, ruang kelas, misal risetnya Hairus Salim H.S. dkk yang diterbitkan dengan judul Politik Ruang Publik Sekolah (CRCS-UGM).
  4. Critical Discourse Analysis (CDA). Membahas konsep dasar CDA, cara pandang dan karakteristik CDA terhadap “teks”, prinsip-prinsip, metodologi melakukan CDA dan penulisannya. Bahan diskusinya adalah meneliti substansi (content) sebuah produk media pembelajaran, misalnya program “Ranking 1” di salah satu televisi swasta, buku ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), website pembelajaran tertentu.
  5. Classroom Action Research (CAR). Membahas konsep dasar CAR, sejarah dan cara pandang CAR yang dimulai dari gerakan guru sebagai peneliti dan Participatory Action Research (PAR). Kemudian dibahas karakteristik, prinsip-prinsip dasar, metodologi (siklus CAR) dan penulisan CAR. Bahan yang dibahas adalah (a) meneliti penggunaan metode dialogis dan partisipatoris dalam pembelajaran; (b) meneliti penggunaan media weblog dalam pembelajaran.
  6. Research & Development (R & D). Membahas konsep dasar CAR, jejak historis, cara pandang R & D terhadap penelitian, metodologi pelaksanaan R & D, dan penulisan hasil R & D. Bahan yang dibahas adalah produksi dan pengembangan CD pembelajaran, film edukatif, web edukatif, metode pembelajaran kolaboratif, partisipatif, emansipatoris dan lainnya.
  7. Metode pengambilan data, analisis data, pengambilan kesimpulan dan pelaporan penelitian. Mengulas kembali secara lebih mendalam cara menentukan subjek penelitian (bukan dalam logika populasi-sampel) dan durasi penelitian, juga membahas metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang telah diulas sekilas pada tiap pendekatan penelitian di depan. Termasuk juga mengenalkan triangulasi sebagai konsep pengecekan dan penguatan keabsahan data. Di akhir pertemuan mahasiswa diberi tugas untuk mereviu salah satu tulisan hasil penelitian bertema kurikulum dan teknologi pendidikan di jurnal yang berpendekatan kualitatif, dianalisis terutama pendekatan metodologisnya (tugas individual).
  8. Mid semester. Melakukan evaluasi terhadap hasil tugas analisis jurnal yang telah dikerjakan oleh mahasiswa.
  9. Sistematika proposal penelitian kualitatif. Membahas sistematika penulisan proposal riset kualitatif, dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, acuan teori, metodologi, jadwal dan referensi. Bahasan ini juga ditujukan agar dapat mengasah kejelian dalam menemukenali masalah penelitian sampai pada identifikasi tujuan, luaran, acuan teoretik dan metodologi yang akan digunakannya. (terutama mengenai bagaimana memulai meneliti)
  10. Bidang penelitian dalam bidang kajian kurikulum dan teknologi pendidikan. Membahas bidang penelitian (a) metode pembelajaran; (b) media pembelajaran; dikaitkan dengan (c) ranah kreasi; (d) ranah penggunaan; (e) ranah pengelolaan; dan (f) kurikulum dikaitkan dengan teknologi pendidikan. Mengenalkan CIPP sebagai sebuah logika dasar dan konsep desain sistem pembelajaran yang dimungkinkan untuk melakukan penelitian-penelitian kualitatif terhadapnya. Di akhir pertemuan, mahasiswa diberi penugasan untuk menyusun proposal penelitian kualitatif (tugas kelompok/kolektif).
  11. Presentasi kelompok.
  12. Presentasi kelompok.
  13. Presentasi kelompok.
  14. Presentasi kelompok.
  15. Mahasiswa mengumpulkan kembali proposal penelitian yang telah dibahas bersama di kelas. Dilakukan interview (uji lisan kelompok dan individual) untuk mengetahui penguasaan mahasiswa terhadap substansi proposal tersebut sekaligus upaya reduksi plagiat.
  16. Evaluasi Akhir Semester. Melanjutkan interview pada pertemuan sebelumnya untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap substansi proposal dan sekaligus upaya mereduksi plagiat.

Metode perkuliahan 

Perkuliahan ini dicoba untuk menggunakan pendekatan pedagogi kritis (critical pedagogy) yang menjadikan ruang kelas dan praktik perkuliahan menjadi lebih demokratis, humanis, membangun kesadaran kritis dan diarahkan untuk tujuan transformasi sosial. Upaya tersebut dilakukan (1) dengan membangun dialog yang kritis dan konstruktif antara dosen dan mahasiswa dan juga antara mahasiswa dan mahasiswa sendiri; (2) melakukan negosiasi pengetahuan yang akan dipelajari, metode perkuliahan dan penilaian (kesepakatan dalam kontrak kuliah di awal pertemuan);  (3) pada tiap bahasan diarahkan untuk mengasah nalar kritis mahasiswa dalam melihat realitas sosio-kultural, terutama melalui beberapa paradigma yang digunakan dalam penelitian kualitatif dan juga beberapa jenis/model penelitian kualitatif (etnografi, CDA, CAR); (4) pada tiap perkuliahan terdapat dialog dan diskusi interaktif, termasuk pada paruh akhir perkuliahan dilaksanakan presentasi kelompok; dan (5) melakukan review terhadap hasil pekerjaan mahasiswa untuk memberikan kesempatan klarifikasi bagi mahasiswa dan penguasaan bahasan yang lebih mendalam.

Indikator ketercapaian

Ketercapaian tujuan perkuliahan dapat dilihat dari: (1) mahasiswa menguasai teori dan konsep dasar penelitian berpenekatan kualitatif; (2) mahasiswa menguasai konsep dasar beberapa paradigma yang berkembang dan digunakan dalam penelitian kualitatif, antara lain adalah fenomenologi, hermeneutika, Teori Kritis, posmodernis, feminis, poskolonial; (3) mahasiswa menguasai konsep dasar beberapa jenis dan/atau model penelitian, antara lain adalah etnografi, grounded research, Critical Discourse Analysis (CDA), classroom action research (CAR), dan research & development (R & D); (4) mahasiswa mampu menguasai konsep dasar metode pengambilan data, pengolahan data dan penulisan laporan penelitian; dan (5) mahasiswa dapat membuat dan/atau menghasilkan sebuah proposal penelitian kualitatif yang bagus berdasarkan pada penguasaan teori dan konsep dasar penelitian kualitatif yang telah diberikan.

Penilaian perkuliahan

Penilaian terhadap capaian perkuliahan dilihat dari kualitas mereka dalam menyelesaikan beberapa penugasan yang diberikan, yaitu: (1) analisis (review) salah satu tulisan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam bentuk jurnal dengan tema kurikulum dan teknologi pendidikan (individual); (2) proposal penelitian kualitatif yang dikerjakan secara kolektif (berkelompok); dan (3) interview (individual) yang dilakukan kepada mahasiswa untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap proposal yang mereka buat dan pengetahuan metodologi kualitatif secara umum. Penugasan pertama masuk dalam penugasan mid semester, sedangkan penugasan kedua dan ketiga dalam Ujian Akhir Semester (UAS). Metode penilaian yang terakhir dilakukan dengan: masing-masing mahasiswa perwakilan dari kelompok maju untuk di-interview oleh dosen, jadi 5 (orang) yang maju terdiri dari kelompok yang berbeda.

Referensi sementara

  1. Denzin, Norman K & Lincoln, Yvona S. (eds.). (2003). Strategies of Qualitative Inquiry. 2nd edition. California, London, New Delhi: Sage Publication.
  2. Dijk, T. A. (1995). Aims of Critical Discourse Analysis. Japanese Discourse, 1, 17-27.
  3. Dijk, T. A. (1993). Principles of Critical Discourse Analysis. Discourse & Society, 4 (2), 249-283.
  4. Janks, H. (1997). Critical Discourse Analysis as a Research Tool. Discourse: studies in the cultural politics of education, 18 (3), 329-342.
  5. Galagher, Kathleen (ed.). 92008). The Methodological Dilemma: Creative, Critical and Collaborative Approacehs to Qualitative Research. London & New York: Routledge.
  6. Lincoln, Yvonna S. & Guba, Egon G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills, London, New Delhi: Sage Publications.
  7. Salim HS, Hairus., Kailani, Najib & Azekiyah, Nikmal. (2011). Politik Ruang Publik Sekolah: Negosiasi dan Resistensi di Sekolah Menengah Umum Negeri di Yogyakarta. Yogyakarta: Center for Religious & Cross-Cultural Studies (CRCS), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan LKiS.
  8. Semiawan, Conny. (2008). Catatan Kecil tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
About these ads