Silabus Psikologi Pendidikan

Posted on Maret 12, 2012

1


anak-stress-belajar

Selasa             Pukul 15.00-16.30 WIB    (B8-303) FBS

Pengampu    Drs. Nurussa’adah
Edi Subkhan

Tujuan perkuliahan
Perkuliahan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan konsep-konsep dasar psikologi pendidikan. Oleh karena itu pada level substansi (content) materi, terdapat 2 (dua) bidang penguasaan oleh mahasiswa, yaitu: (1) pengetahuan teoretik mengenai konsep dasar beberapa aliran psikologi pendidikan (behavioris, kognitif, konstruktivis, psikoanalisis, neuroscience, indigeneous and spiritual psychology dan (2) pengetahuan dasar tema-tema utama dalam psikologi pendidikan (motivasi, kreativitas, berpikir kritis, multiple intelligence, IQ, dan lainnya.

Pada level perangkat berpikir, diharapkan mahasiswa dapat mempertajam daya kritisnya dalam melihat kebutuhan kelebihan dan kekurangan pendekatan metodologis pembelajaran yang mendasarkan pada paradigma psikologi pendidikan tertentu. Selain itu juga diharapkan agar mahasiswa dapat terbangun kesadaran kritisnya untuk selalu mencari perkembangan pengetahuan terbaru dalam psikologi pendidikan, dan memahami lebih lanjut bahwa psikologi pendidikan walaupun mengolah dimensi batin manusia, tidak seharusnya dilepaskan dari konteks sosio-kultural yang harus diubah untuk menjadi lebih baik (social transformation) dan dapat mendorong ke arah kebermaknaan (meaningfull) dalam praktik pembelajaran dan pendidikan.

Substansi perkuliahan
Substansi atau content pengetahuan yang dibahas dalam perkuliahan ini terdiri dari beberapa bagian yang mengacu pada tujuan perkuliahan sebagaimana dikemukakan di depan. Acuan ringkas dari substansi perkuliahan terdapat dalam jadwal perkuliahan di bawah ini.

Jadwal perkuliahan
Jadwal perkuliahan ini disusun untuk dilaksanakan maksimal sebanyak 16 (enam belas) kali pertemuan perkuliahan, dengan acuan sebagai berikut.

  1. Membahas sekilas tujuan perkuliahan dan materi yang akan dipelajari bersama, melakukan negosiasi materi, metode perkuliahan dan penilaian antara dosen dan mahasiswa (kontrak belajar), dan memberikan referensi dasar yang akan digunakan dalam perkuliahan. Selain itu juga membahas perlunya mempelajari psikologi pendidikan, identifikasi psikologi pendidikan dalam lingkup kajian pendidikan (educational studies).
  2. Psikologi pendidikan berparadigma behavioris. Membahas jejak historis paradigma behavioris, konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma behavioris, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: reward and punishment (stick and carrot), pembiasaan melalui pendisiplinan, pengulangan materi berbentuk drill and practice dan lainnya.
  3. Psikologi pendidikan berparadigma kognitif. Membahas jejak historis paradigma kognitif, konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma kognitif, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: banking concept of education, tiga ranah pembelajaran (kognitif, afektif, psikomotorik).
  4. Psikologi pendidikan berparadigma konstruktivis. Membahas jejak historis paradigma konstruktivis, konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma kognitif, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: belajar dari pengalaman, proyek sosial, observasi lapangan, self regulated learning, dan lainnya.
  5. Psikologi pendidikan berparadigma psikoanalisis. Membahas jejak historis paradigma psikoanalisis, konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma kognitif, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: tentang identitas anak/siswa (Lacan), pendampingan masalah siswa, dan lainnya.
  6. Psikologi pendidikan berparadigma neuroscience. Membahas jejak historis paradigma neuroscience (dari kognitivisme dipadu dengan riset-riset biologi), konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma kognitif, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: pengembangan Otak Kanan, “aktivasi Otak Tengah”, maksimalisasi potensi otak, dan lainnya.
  7. Psikologi pendidikan yang mengacu pada spiritualisme dan indigeneous knowledge. Membahas jejak historis munculnya orientasi kajian psikologi yang didasari oleh diktum-diktum agama, keyakinan dan indigeneous knowledge, konsep dasarnya, ragam pendekatan dan metode pembelajaran yang berparadigma kognitif, konsekuensinya bagi praksis dan tujuan pembelajaran. Bahan diskusi: konsep ketaatan pada Guru, “berkah” dalam belajar, kasus-kasus belajar para Santri, konsep “laku prihatin”, dan sejenisnya. Di akhir pertemuan mahasiswa diberi tugas untuk membuat tugas personal.
  8. Mid semester. Membahas hasil laporan kritis mahasiswa mengenai ulasan jurnal, buku, atau pengalaman belajar personal mahasiswa (tugas personal).
  9. Presentasi kelompok tentang motivasi belajar.
  10. Presentasi kelompok tentang berpikir kritis.
  11. Presentasi kelompok tentang kreativitas.
  12. Presentasi kelompok tentang IQ dan multiple intelligence.
  13. Presentasi kelompok tentang psikologi komunikasi dan pedagogi.
  14. Penelitian psikologi pendidikan.
  15. Mereviu dalam bentuk interviu tugas kelompok yang sudah diajukan pada prsentasi kelompok dan direvisi untuk perbaikan.
  16. Evaluasi Akhir Semester. Melanjutkan interview pada pertemuan sebelumnya untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap substansi proposal dan sekaligus upaya mereduksi plagiat.

Metode perkuliahan
Perkuliahan ini dicoba untuk menggunakan pendekatan pedagogi kritis (critical pedagogy) yang menjadikan ruang kelas dan praktik perkuliahan menjadi lebih demokratis, humanis, membangun kesadaran kritis dan diarahkan untuk tujuan transformasi sosial. Upaya tersebut dilakukan (1) dengan membangun dialog yang kritis dan konstruktif antara dosen dan mahasiswa dan juga antara mahasiswa dan mahasiswa sendiri; (2) melakukan negosiasi pengetahuan yang akan dipelajari, metode perkuliahan dan penilaian (kesepakatan dalam kontrak kuliah di awal pertemuan);  (3) pada tiap bahasan diarahkan untuk mengasah nalar kritis mahasiswa dalam melihat realitas sosio-kultural, terutama melalui perspektif bahwa psikologi pendidikan janganlah mengekslusifkan diri dari tanggung jawab untuk turut merubah kondisi sosio-kultural ke arah yang lebih baik dan sudah seharusnya diarahkan untuk mendukung arah pembelajaran dan pendidikan yang bermakna (meaningfull); (4) pada tiap perkuliahan terdapat dialog dan diskusi interaktif, termasuk pada paruh akhir perkuliahan dilaksanakan presentasi kelompok; dan (5) melakukan review terhadap hasil pekerjaan mahasiswa untuk memberikan kesempatan klarifikasi bagi mahasiswa dan penguasaan bahasan yang lebih mendalam.

Indikator ketercapaian
Ketercapaian tujuan perkuliahan dapat dilihat dari: (1) mahasiswa memahami teori dan konsep dasar beberapa aliran/paradigma psikologi pendidikan; (2) mahasiswa dapat membangun pengetahuan secara mandiri dan kritis mengenai beberapa tema utama dalam psikologi pendidikan, yaitu tentang kreativitas, motivasi, multiple intelligence, berpikir kritis, IQ, komunikasi pendidikan dan lainnya.

Penilaian perkuliahan
Penilaian terhadap capaian perkuliahan dilihat dari kualitas mereka dalam menyelesaikan beberapa penugasan yang diberikan, yaitu: (1) analisis (review) terhadap hasil laporan kritis mahasiswa (personal) mengenai ulasan buku, jurnal, atau pengalaman belajar personal mahasiswa dilihat dari teori-teori dan paradigma psikologi pendidikan yang telah dibahas pada paruh awal semester; (2) tugas kolektif (kelompok) mahasiswa berupa ulasan terhadap beberapa tema utama dalam kajian dan praksis psikologi pendidikan; (3) penguasaan mahasiswa terhadap konsep teoretik dan tema-tema utama psikologi pendidikan dilihat dari kualitas argumentasi dan penguasaan pada saat presentasi kelompok; dan kalau waktunya memungkinkan juga akan dilakukan (4) interview (individual) yang dilakukan kepada mahasiswa untuk mengetahui penguasaan konseptual dan praktik mereka terhadap beberapa paradigma dan tema-tema utama psikologi pendidikan.

Referensi sementara

  1. Bracher, Mark. (2006). Radical Pedagogy: Identity, Generativity, and Social Transformation. New York & Hampshire: Palgrave Macmillan.
  2. Cho, K. Daniel. (2009). Psychopedagogy: Freud, Lacan, and the Psychoanalytic Theory of Education. New York: Palgrave Macmillan.
  3. Malott, Curry Stephenson. (2011). Critical Pedagogy and Cognition: An Introduction to A Postformal Educational Psychology. London & New York: Springer.
  4. Morss, John R. (1996). Growing Critical: Alternatives to Developmental Psychology. London & New York: Routledge.
  5. Pritchard, Alan & Woollard, John. (2010). Psychology for the Classroom: Constructivism and Social Learning. London & New York: Routledge.
  6. Tuffin, Keith. (2005). Understanding Critical Social Psychology. London, Thousand Oaks, New Delhi: SAGE Publications.
About these ads