Ringkasan Matakuliah Sistem Pendidikan Nasional

Posted on November 1, 2011

0


Ki Hadjar Dewantara

Program Studi Teknologi Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Semester 1 Rombel 1 & 2 (Drs. Hardjono, M.Pd, Drs. Sutomo, M.Pd, Dr. Nugroho, M.Psi, Edi Subkhan)

Tujuan dipublikasikannya catatan pendek (ringkasan) bahan perkuliahan ini adalah sebagai dokumentasi dan acuan awal bagi mahasiswa yang membacanya. Agar dapat mencari lebih jauh konsep-konsep dasar yang diulas dalam ringkasan ini di banyak sumber belajar (buku, internet, jurnal dll). Ringkasan ini sekadar sebagai panduan ringkas saja, sekaligus memantik rasa ingin tahu dan semangat belajar bersama di kelas. [ini ringkasan tentatif]

Substansi yang diberikan sesuai dengan pertemuan:

1. Perkenalan dan gambaran perkuliahan sistem pendidikan nasional (SPN)

2. Gambaran dasar dan komponen sistem pendidikan nasional di Indonesia

  • Tiga komponen utama yang memengaruhi sistem pendidikan nasional, yakni (1) masyarakat; (2) negara; dan (3) pasar. Ketiganya punya kepentingan masing-masing = (1) Negara –> penguatan kekuasaan & status quo; (2) pasar (industri, dunia kerja) –> pasar bebas, akumulasi kapital, profit; dan (3) masyarakat –> kedaulatan rakyat, transformasi sosial.
  • Dengan demikian pendidikan tidak netral, penuh kepentingan, dan desain dan sistem pendidikan akan berupaya memenuhinya. Pemenuhannya dapat dilihat dari (1) desain sistem pendidikan; (2) kurikulum; (3) pendekatan metodologis dst.
  • Selain itu masing-masing komponen sistem sosial tersebut memiliki “desain” sistem pendidikannya sendiri, yaitu: (1) Negara –> sistem pendidikan formal (akademik, militer, dll); (2) pasar –> formal dan nonformal (wirausaha, prestasi, skill, vokasional); dan (3) masyarakat –> advokasi, pemberdayaan masyarakat.

Tugas mahasiswa:

  1.  Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) Paramadina, untuk memenuhi kepentingan siapa? Argumentasiny apa? Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?
  2. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ditujukan atau didasari oleh kepentingan komponen pihak mana? Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?

3.   Dasar ideologis pendidikan nasional Indonesia

  •  Ideologi = pengetahuan tentang ide-ide (definisi Destut de Tracy, Marx, Gramsci, Foucault) (buku Terry Eagleton, ?; Tilaar, ?)… = dua dan/atau tiga besar ideologi –> sosialisme & kapitalisme à Islam (?)
  • Pancasila sebagai dasar ideologis bangsa –> penjelasan ideologis sila-sila Pancasia (Negara Paripurna, Yudi Latif, 2011) = ideologi terbuka
  • Jejak historis Pancasila –> ditafsir Soekarno (Marxisme-sosialisme) dan Orde Baru (developmentalisme dan militerisme) (terbuka, mixed ideologies, )
  • Pancasila –> UUD 1945 –> UU –> PP dst…

Tujuan: bangsa –> “mencerdaskan kehidupan bangsa”, dst…

  1. Pancasila sebagai dasar ideologis pendidikan nasional –> maka tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara –> masuk di (1) kurikulum, (2) kebijakan, (3) sistem manajemen (sistem)

Tugas mahasiswa: (a) analisis salah satu bentuk/praktik pendidikan di Indonesia, apa kecenderungan ideologisnya? (lihat fenomena pendidikan, kebijakan pendidikan, pertanyakan: tujuannya, siapa yang diuntungkan dan dirugikan, dst).

4.      Dasar sosio-kultural pendidikan nasional Indonesia

  • Mengapa mesti melihat dasar sosio-kultural? Karena (1) pendidikan tidak lepas dr konteks sosio-kultural (Ki Hadjar: “pendidikan bagian dari kebudayaan”); (2) pendidikan ditujukan untuk mengolah, merubah kondisi sosio-kultural tsb (pedagogi kritis: “pendidikan untuk transformasi sosial”).
  • Realitas sosio-kultural Indonesia –> multicultural (isme)
  • Fenomena multikultural berbuah/dimaknai sebagai = (1) kekayaan khazanah; (2) konflik (kelamahan dan kekuatan sekaligus)
  • Dijadikan sebagai dasar sistem pendidikan nasional = wujudnya…
    • Agama = tradisi, budaya beragam –> tiap agama membuahkan kultur
    • Etnis = tiap etnis punya kekhasan budaya sendiri-sendiri, –> bahasa, nilai, tradisi, norma, adat, produk material (bangunan, pakaian dst)
    • Kelas sosial = punya kekhasan budaya sendiri (kaya, miskin dst)
    • Ideologis = fundamental, moderate, dst…
  • Pendidikan berbasis budaya (pendidikan bagian dari kebudayaan
  • Pendidikan multikultural (konservatif, liberal, kritis)
  • Pendidikan untuk transformasi sosial …

Tugas mahasiswa:

(1)   Berikan contoh salah satu dari bentuk/praktik pendidikan berbasis budaya dan/atau untuk transformasi sosial, analisis (1) detil programnya, (2) pihak yang terlibat, (3) kendala dan masalah yang terjadi; (4) imbas atau efek sosio-kulturalnya; (5) rumuskan solusi alternatifnya..!

(2)   Apa aktivitas kebudayaan di sekolah Anda selama ini? Apa makna kebudayaan dan berbudaya?

5.      Dasar historis sistem pendidikan nasional Indonesia

  • Pendidikan di Indonesia secara historis dibagi menjadi beberapa masa, (1) pra-kolonial (Nusantara); (2) kolonial; (3) Soekarno; (4) Orde Baru; dan (5) reformasi-sekarang.
Dasar Historis Sistem Pendidikan Nasional Indonesia

Dasar Historis Sistem Pendidikan Nasional Indonesia

  • Karakteristik pendidikan bergerak dari yang semula: (1) individual, personal, elitis –> populis, masal dan masif; (2) tradisional –> modern –> posmodern.
  • Tetap terdapat tiga jenis pendidikan pada tiap masa tersebut, yakni: (1) formal; (2) non-formal; dan (3) informal. Rinciannya adalah: (1) formal oleh negara dan swasta; (2) non-formal oleh negara, swasta dan rakyat; (3) informal oleh personal (magang), kolektif (diskusi, advokasi dll). Tapi sebenarnya kategorisasi tersebut hanya untuk memudahkan analisis saja, tidak betul-betul ketat kategorisasinya. (non-formal = selain formal)

Tugas mahasiswa:

(1)   Mengapa muncul praktik pendidikan kolonial? Dasar ideologisnya apa? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan? Apakah di masa sekarang masih ada atau tidak? Berikan argumentasi dan data-faktanya?

(2)   Mengapa muncul praktik pendidikan “perlawanan”, yang posisinya berlawanan dengan penguasa (pemerintah), tidak mau didikte dan diatur oleh pemerintah? Apa dasar argumentasi ideologisnya?

(3)   Dengan melihat sejarah, kira-kira di masa manakah yang paling tepat untuk membangun pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik?

6.      Globalisasi dalam pertimbangan sistem pendidikan nasional Indonesia

  • Peta Timur dan Barat. Sekarang yang menghegemoni dunia adalah Barat, terutama Amerika Serikat (A.S.), di sana yang berkuasa adalah rezim neoliberal dan neokonservatif = yakni menggunakan negara untuk kepentingan pasar bebas. Akibatnya = dunia pendidikan diarahkan untuk menyokong pasar bebas, demokrasi liberal, HAM, liberalisme, –> melalui sistem pendidikan (“MBS”) dan muatan materi (kurikulum) = yang paling halus adalah melalui pengetahuan dan pendekatan pembelajaran (“KBK”).
  • Peta ekonomi dunia (Utara dan Selatan). Negara-negara maju = OECD. Isu yang muncul, menguat dan digunakan adalah internasionalisasi pendidikan. Misal menggunakan ISO, olimpiade internasional, WCU, dll. Pertanyaan: (1) apa untungnya untuk rakyat & bangsa Indonesia; (2) apakah capaian-capaian tersebut betul-betul bermakna, substansial, esensial, dan berkualitas? “Ukurannya” apa? (piala, hadiah, citra baik kampus); dan (3) itu semua untuk apa?
  • Isu kemandirian bangsa, kedaulatan pendidikan, rakyat dst… Pertanyaan: (1) sejalan atau tidak antara tujuan A.S. OECD, neoliberalisme, internasionalisasi pendidikan dengan tujuan bangsa Indonesia; (2) dengan sistem dan arah pendidikan yang “diarah-arahkan” oleh pihak “luar” tersebut apakah bangsa dan rakyat Indonesia akan berdaulat atau justru terjajah (neo-kolonialisme), akan jadi apa, untung atau rugi, arah pendidikan akan ke mana dst?

Tugas mahasiswa:

(1)   Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Apa tujuannya? Orientasinya ke mana? Apa untungnya bagi bangsa dan rakyat Indonesia?

(2)   Vokasionalisasi = masifikasi SMK (kejuruan). Apa tujuannya? Untung ruginya bagi bangsa Indonesia apa –> bandingkan dengan SMA-PT.

7.      Tujuan pendidikan nasional Indonesia –> tujuan masing-masing institusi dll, kompromi…

  • Tujuan pendidikan nasional dipengaruhi oleh cara pandang terhadap cita-cita ideal sebuah bangsa. Indonesia = “… merdeka, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. (Pancasila dan UUD 1945) –> “mencerdaskan kehidupan bangsa” –> diturunkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20/2003)
  • Negara bersifat “hegemonic” = mengatur semua, ingin mengendalikan (controlling) semua praktik pendidikan di bawah pengawasan negara. –> Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Namun faktanya pasti ada elemen yang “kontra” atau “oposisi” atau “di luar” jangkauan kekuasaan pemerintah (counter-hegemonic), misal: pendidikan alternatif, pesantren, dst. Mereka punya dasar dan tujuan pendidikan sendiri yang bisa sama atau tidak dengan tujuan pendidikan nasional, tapi yang jelas tidak “didikte” oleh pemerintah. Walau begitu kekuatan “hegemonic” negara tetap berupaya mengatur mereka melalui PNF dan Depag misalnya.
  • Desain sistem pendidikan nasional—dengan tujuan yang bermacam-macam—tetap desain pendidikan modern (formal-modernitas: ijazah, dunia industry, kerja dll). Pertanyaan: (1) nasib pendidikan yang tidak mau ikut arus modernitas—yang mengarah pada penguatan dunia industri kapitalisme global—bagaimana; (2) keberadaan pend.alternatif salah satunya karena kecewa dengan pendidikan formal, modern, dikatakan terjadi dehumanisasi dst = jadi, membuat desain sistem pendidikan dengan tujuan dan konsep yang berbeda. Bisakah desain lain tersebut berjalan?

Tugas mahasiswa:

(1)   Contoh masalah masih sama, yakni soal RSBI dan vokasionalisasi (kejuruan). Apakah tujuan pendidikan nasional Indonesia dalam pancasila dan UUD 1945 terwujud dalam program RSBI dan vokasionalisasi? Sebabnya apa? Lalu apa yang mestinya dilakukan?

(2)   Adakah yang kurang dalam tujuan pendidikan nasional Indonesia? Apakah yang bermasalah di praktik atau konsep dasar tujuannya? Dst…