Desain Pembelajaran: Sistem Pendidikan Nasional

Posted on Oktober 16, 2011

2


Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi

Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi

Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi

Matakuliah Sistem Pendidikan Nasional (SPN)

Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Semester gasal (untuk mahasiswa Semester 1, September s.d Desember 2011)

Matakuliah ini diampu oleh Drs. Sutomo, M.Pd dan Drs. Hardjono, M.Pd. Saya sekadar sebagai dosen pengganti saja. Perkuliahan ini dilaksanakan 16 kali pertemuan, 2 pertemuan di antaranya adalah mid test dan test akhir semester, jadi kuliah aktif 14 kali pertemuan.

Substansi yang diberikan sesuai dengan pertemuan:
1.    Perkenalan, kontrak perkuliahan, dan gambaran perkuliahan sistem pendidikan nasional (SPN)
2.    Gambaran dasar dan komponen sistem pendidikan nasional di Indonesia
3.    Dasar ideologis pendidikan nasional Indonesia
4.    Dasar sosio-kultural pendidikan nasional Indonesia
5.    Dasar historis sistem pendidikan nasional Indonesia
6.    Globalisasi dalam pertimbangan sistem pendidikan nasional Indonesia
7.    Tujuan pendidikan nasional Indonesia à tujuan masing2 institusi dll, kompromi
8.    Ujian mid semester
9.    Sistem pendidikan formal di Indonesia
10.    Sistem pendidikan non-formal dan informal di Indonesia
11.    Kebijakan pendidikan nasional
12.    Manajemen pendidikan nasional
13.    Standar pendidikan nasional
14.    Politik pendidikan nasional
15.    Diskusi tema aktual sistem pendidikan nasional
16.    Ujian akhir semester

Praktik perkuliahan:
Pak Tomo sudah memberikan tugas membuat makalah per kelompok yang akan dipresentasikan tiap masuk perkuliahan. Dasarnya tugas adalah Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN). Sedangkan saya akan coba memberikan dasaran teoretik konsepsi sistem pendidikan nasional secara lebih komprehensif, agar fondasi pemahaman mahasiswa tentang sistem pendidikan nasional di Indonesia lebih kuat. Dengan demikian, tiap pertemuan kelompok-kelompok mahasiswa yang sudah dibentuk tersebut diskusi membawakan tema yang juga telah ditentukan sebelumnya. Peran saya sekadar mengarahkan diskusi dan mengaitkan bahasan diskusi dengan konsep dasar sistem pendidikan nasional secara komprehensif dan luas. Kemudian setelah diskusi selesai, saya kuatkan lagi dengan pemberian materi yang telah saya susun dalam 14 (empatbelas) pertemuan tersebut.

Pendekatan metodologis perkuliahan:
Perkuliahan ini mencoba menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial (socio-constructivism) yang diramu dengan prinsip-prinsip dasar pedagogi kritis (critical pedagogy). Dengan demikian mahasiswa diharapkan lebih banyak aktif, mencari, berbicara, berpendapat, kritis, analitis, sementara dosen lebih sebagai fasilitator yang mendampingi dan menjaga agar diskusi dan praktik belajar di kelas berlangsung terarah, yakni tetap dalam upaya agar mahasiswa mampu membangun pengetahuan sesuai dengan materi yang telah ditentukan sebelumnya. Substansi materinya juga diharapkan dapat dikaitkan dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat maupun diri mahasiswa. Kelas diharapkan dapat menjadi ruang demokratis dalam belajar dan membangun pengetahuan kritis bersama. Bentuk teknisnya adalah: dibentuk kelompok-kelompok untuk melaksanakan tugas tertentu, dialog, lontar masalah (problem posing), dll.

Tugas perkuliahan:
Tugas perkulihan mengikut apa yang sudah ditentukan oleh Pak Tomo. Saya hanya menambahkan agar makalah yang dibuat tersebut mesti menautkannya dengan realitas sosial nyata, disertai data, fakta dan informasi yang akurat, agar mahasiswa dapat berargumen secara meyakinkan ketika presentasi.

Referensi utama:

  1. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.
  2. Surakhmad, Winarno. (2009). Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi. Jakarta: Kompas.
  3. Tilaar, H.A.R. (2009). Kekuasaan dan Pendidikan: Manajemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. Dan beberapa referensi yang diberikan ketika perkuliahan (mahasiswa silakan mengusulkan referensi yang kiranya penting untuk dirujuk dan diskusikan bersama).