Desain Pembelajaran: Kawasan Teknologi Pendidikan

Posted on Oktober 16, 2011

1


Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

Matakuliah Kawasan Teknologi Pendidikan (TP)

Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Semester gasal (untuk mahasiswa Semester 1, September s.d. Desember 2011)

Matakuliah ini diampu oleh Prof. Haryono dan saya sendiri (Edi Subkhan). Perkuliahan ini dilaksanakan 16 kali pertemuan, 2 pertemuan di antaranya adalah mid test dan test akhir semester. Jadi kuliah aktif 14 kali pertemuan. Dasar utama bahasan adalah definisi teknologi pendidikan tahun 2004 dari AECT:

Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing aprropriate technological processes and resources (Alan Januszewski & Michael Molenda [ed.], 2008: 1).

Substansi yang diberikan sesuai dengan pertemuan:
1.    Perkenalan dan gambaran umum teknologi pendidikan
2.    Filsafat teknologi pendidikan
3.    Definisi teknologi pendidikan 2004 oleh AECT
4.    Komparasi antar-definisi teknologi pendidikan (perkembangan definisi)
5.    Kajian kawasan kreasi (creating)
6.    Kajian kawasan penggunaan (using)
7.    Kajian kawasan pengelolaan (managing)
8.    Ujian mid semester
9.    Kajian kawasan proses dan sumber belajar (process and resources)
10.    Kajian kawasan kajian (study, penelitian teknologi pendidikan)
11.    Kajian teori-teori yang mendasari teknologi pendidikan (sosiologi, komunikasi, dan psikologi)
12.    Media yang digunakan dalam praksis teknologi pendidikan
13.    Bidang kerja teknologi pendidikan
14.    Keahlian yang diperlukan sebagai teknolog pendidikan
15.    Diskusi tema kontemporer teknologi pendidikan (ulas balik materi)
16.    Ujian akhir semester

Praktik perkuliahan:
Tiap pertemuan diawali dengan diskusi yang dibawakan oleh kelompok-kelompok mahasiswa. Tema yang dibawakan telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya, yakni tema yang dibahas di akhir tiap pertemuan. Misalnya pada pertemuan ke-10 (sepuluh), maka satu kelompok maju ke depan membawakan tema tentang “Kajian kawasan proses dan sumber belajar (process and resources)”. Dengan demikian, tiap pertemuan terdiri dari 2 (dua) aktivitas pembelajaran, yaitu: (1) diskusi; dan (2) materi perkuliahan.

Pendekatan metodologis perkuliahan:
Perkuliahan ini mencoba menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial (socio-constructivism) yang diramu dengan prinsip-prinsip dasar pedagogi kritis (critical pedagogy). Dengan demikian mahasiswa diharapkan lebih banyak aktif, mencari, berbicara, berpendapat, kritis, analitis, sementara dosen lebih sebagai fasilitator yang mendampingi dan menjaga agar diskusi dan praktik belajar di kelas berlangsung terarah, yakni tetap dalam upaya agar mahasiswa mampu membangun pengetahuan sesuai dengan materi yang telah ditentukan sebelumnya. Substansi materinya juga diharapkan dapat dikaitkan dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat maupun diri mahasiswa. Kelas diharapkan dapat menjadi ruang demokratis dalam belajar dan membangun pengetahuan kritis bersama. Bentuk teknisnya adalah: dibentuk kelompok-kelompok untuk melaksanakan tugas tertentu, dialog, lontar masalah (problem posing), dll.

Tugas perkuliahan:
Tiap akhir perkuliahan—setelah penyampaian materi—mahasiswa diberi tugas sesuai dengan materi tersebut. Tugas berupa menjawab pertanyaan dan menuliskannya dalam beberapa paragraf dikerjakan bersama kelompok. Hasil tugas inilah yang dipresentasikan/diskusikan pada pertemuan selanjutnya di kelas.

Referensi utama:

  1. Januszewski, Alan & Michael Molenda (eds.). (2008). Educational Technology: A Definition With Commentary. New York & London: Lawrence Erlbaum Associates.
  2. Loveless, Avril & Viv Ellis (eds.). (2000). ICT, Pedagogy and the Curriculum: Subject to Change. London & New York: RoutledgeFalmer.
  3. Miarso, Yusufhadi. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  4. Dan beberapa referensi yang diberikan ketika perkuliahan (mahasiswa silakan mengusulkan referensi yang dirasa penting untuk dirujuk dan bahas bersama).

Cover Buku Prof. Yusufhadi Miarso, M.Sc

Menyemai Benih Teknologi Pendidikan

Menyemai Benih Teknologi Pendidikan